infoilmu.comLo pasti tau rasanya. Bangun pagi, langsung cek HP. Notifikasi kosong melompong. Chat sepi. Orderan? Nihil.

Padahal lo udah upload produk tiap hari, posting konten sampe cape, bahkan udah pasang iklan berbayar. Tapi tetep aja—jualan nggak laku.

Yang bikin sakit tuh bukan cuma soal duit. Tapi mental lo juga kepikiran terus:

  • “Apa produk gue jelek ya?”
  • “Kok orang lain bisa laris, gue engga?”
  • “Kapan BEP nih modal gue?”

Real talk: 80% pebisnis online yang jualan nggak laku itu bukan karena produknya jelek. Tapi karena mereka jual ke orang yang salah.

Bayangin aja—lo jualan skin care premium ke anak SMA yang uang jajannya pas-pasan. Atau lo nawarin jasa branding mahal ke UMKM yang masih mikirin modal. Ya wassalam lah, mana mungkin laku?

Yang lo butuhin bukan produk baru atau modal lebih banyak. Yang lo butuhin adalah target pasar yang tepat.

Infografik tanda salah target pasar

7 Tanda Lo Lagi Jualan ke Orang yang Salah

Coba jujur, berapa poin di bawah ini yang lo alamin?

  1. Banyak yang Nanya, Tapi Jarang yang Beli
    Lo pasti sering ngalamin: inbox rame, pertanyaan banyak, tapi pas lo kasih harga? “Mahal ya kak” atau di-read doang. Artinya apa? Audience lo cuma kepo, bukan buyer beneran.
  2. Follower/Like Banyak, Sales Dikit
    Follower banyak tapi sales sepi = bukan target market. Mereka cuma suka konten lo, bukan butuh produk lo.
  3. Kompetitor Laku Keras, Lo Engga
    Kompetitor ngerti di mana target market nongkrong, lo belum.
  4. Banyak yang Tawar Sadis
    “Harga normal 500K tapi saya ambil 200K ya kak boleh?” = bukan target market lo, mereka cari murah bukan solusi.
  5. Produk Lo Dipandang Mahal
    Kalau dibilang mahal padahal udah harga wajar, artinya segmentasi lo salah.
  6. Testimoni Bagus Tapi Nggak Ngaruh ke Sales
    Bisa jadi testimoni dari segmen A, tapi lo jual ke segmen B.
  7. Lo Capek Jelasin Value Produk Lo
    Ini tanda lo jual ke orang yang nggak paham atau nggak butuh.

Diagram langkah riset target pasar online

Cara Riset Target Pasar yang Bener (Step by Step)

Step 1: Pahami Siapa Customer Ideal Lo (ICP)

ICP (Ideal Customer Profile) menjawab pertanyaan: “Siapa sih orang yang paling butuh produk gue?”

Contoh jualan skincare premium:

  • Usia: 25–40 tahun
  • Gender: Perempuan
  • Pekerjaan: Karyawan kantoran, entrepreneur
  • Income: 7–20 juta/bulan
  • Domisili: Jakarta, Surabaya, Bandung
  • Pain points: Kulit kusam karena polusi, nggak punya waktu perawatan
  • Behavior: Aktif di Instagram & TikTok, suka baca review sebelum beli

Step 2: Stalking Kompetitor

Liat kompetitor lo yang laris, terus analisa siapa follower mereka, konten yang paling rame, dan platform paling aktif.

Tools bantu analisis:

Step 3: Survey Langsung ke Audience

Bikin Google Form atau polling IG buat tau masalah, budget, dan kebiasaan belanja audience lo.

Step 4: Join Komunitas Target Market

Masuk ke grup Facebook, forum, atau Discord tempat mereka nongkrong. Observe dulu, kasih value, baru jualan.

Step 5: Test, Measure, Improve

Bikin beberapa versi iklan dengan target berbeda, liat hasilnya, dan fokus di yang paling efektif.

Strategi marketing digital untuk bisnis online

Strategi Marketing Biar Jualan Laku Keras

  1. Pilih Platform yang Tepat
    Fokus di tempat target market nongkrong, bukan semua platform sekaligus.
  2. Konten Bukan Cuma Jualan
    Gunakan rumus 70% edukasi, 20% interaksi, 10% jualan.
  3. Gunakan Social Proof
    Testimoni video, screenshot chat puas, dan angka customer meningkatkan trust.
  4. Konsisten Tapi Jangan Burnout
    Gunakan scheduler tools dan batch content creation.

Teknik Copywriting yang Bikin Orang Pengen Beli

Teknik Copywriting yang Bikin Orang Pengen Beli

Formula AIDA

  • Attention: Tarik perhatian
  • Interest: Bikin penasaran
  • Desire: Bangkitin keinginan
  • Action: Ajak beli

Pakai Storytelling

Ceritain pengalaman nyata biar orang relate dan percaya.

Speak Their Language

Gunakan gaya bahasa sesuai target market. Anak muda = santai. Profesional = formal ringan.

Highlight Benefits, Bukan Features

Fokus pada manfaat, bukan sekadar fitur produk.

Poster promo flash sale dan bundling produk

Cara Bikin Promo yang Menggiurkan (Tapi Nggak Rugi!)

  1. Flash Sale – Bikin urgensi waktu.
  2. Bundling – Gabungkan produk relevan.
  3. Loyalty Program – Reward pelanggan lama.
  4. Free Gift – Tambahkan bonus dengan minimum pembelian.
  5. Limited Edition – Manfaatkan FOMO.

Mindset Jualan yang Harus Lo Punya

Mindset pebisnis sukses saat menghadapi kegagalan

  • Jualan itu proses, bukan instant.
  • Rejection itu normal, bukan personal.
  • Fokus ke KPI selain sales.
  • Invest di diri sendiri lewat belajar.
  • Speed of execution lebih penting daripada rencana sempurna.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanya Soal Jualan Online

Ilustrasi tanya jawab tentang jualan online

Q: Jualan nggak laku, ganti produk atau strategi?
A: Ganti strategi dulu. 90% masalah ada di marketing, bukan produk.

Q: Berapa lama sampai jualan stabil?
A: 4–6 bulan dengan action konsisten.

Q: Harus iklan atau bisa organik?
A: Kombinasi ideal. Tapi kalau budget terbatas, fokus organic dulu.

Q: Gimana ningkatin closing rate?
A: Perbaiki copywriting, social proof, dan respon cepat.

Q: Kompetitor banyak, masih bisa laku?
A: Bisa! Beda dari sisi branding, service, atau niche.

Action Time!

Jualan nggak laku itu frustrating, tapi sekarang lo udah tau solusinya. Riset pasar, pilih platform yang tepat, bikin konten edukatif, pelajari copywriting, dan jaga mindset positif.

Yang paling penting: Mulai Sekarang! Pilih satu strategi dan jalankan dalam 24 jam ke depan. Konsistensi = hasil nyata.

Ingat, semua pebisnis sukses pernah ada di posisi lo. Bedanya? Mereka nggak nyerah.