infoilmu.com – Pernah nggak sih liat foto orang di Instagram atau TikTok, terus mikir “Kok bisa ya fotonya sebagus itu?” Padahal kamu udah coba berbagai pose dan filter, tapi hasilnya masih aja biasa aja. Tenang, kamu nggak sendirian!
Kabar baiknya: kamu nggak butuh kamera mahal jutaan rupiah atau skill editing level dewa buat bikin foto yang kece. Yang kamu butuh cuma paham 3 teknik foto simple yang bisa langsung bikin hasil jepretanmu naik kelas. Seriously, teknik-teknik ini simpel banget tapi impactnya luar biasa!
Yuk, kita bahas satu per satu teknik foto yang bakal bikin kamu kelihatan jago foto, padahal baru belajar!
1. Main-Main dengan Angle: Rahasia Pertama Teknik Foto yang Bikin Beda
Tau nggak, salah satu perbedaan paling mencolok antara foto amatir dan profesional itu ada di angle pengambilan gambar. Kebanyakan orang foto cuma dari angle itu-itu aja: lurus sejajar mata. Boring, kan?
Nah, dengan sedikit kreativitas di angle, foto kamu bisa langsung naik level. Ini dia tiga angle dasar yang wajib kamu coba:

Low Angle: Bikin Subjek Kelihatan Epic
Teknik foto yang satu ini powerful banget. Caranya gampang: ambil foto dari posisi lebih rendah dari subjek. Bisa jongkok, atau bahkan taruh kamera di tanah.
Kapan pakai low angle?
- Mau bikin bangunan atau pohon kelihatan lebih megah dan menjulang
- Pengen foto portrait yang dramatis dan bikin subjek terlihat lebih dominan
- Foto produk yang mau dikasih kesan “wow” dan powerful
- Motret langit atau awan sebagai background yang epic
Pro tip: Low angle ini cocok banget buat kamu yang pengen kelihatan lebih tinggi di foto. Trust me, ini trik yang sering dipake fotografer profesional!
High Angle: Perspektif dari Atas yang Unik
Kebalikan dari low angle, teknik foto ini mengharuskan kamu ngambil foto dari posisi lebih tinggi dari subjek. Bisa naik tangga, berdiri di kursi, atau bahkan pakai drone kalau punya.
Keuntungan pakai high angle:
- Dapetin perspektif unik yang jarang orang pakai
- Cocok buat flat lay (foto makanan, produk, atau outfit of the day)
- Bikin subjek kelihatan lebih cute dan approachable
- Bisa capture keseluruhan scene dengan lebih komprehensif
Kalau kamu sering liat konten creator foto makanan mereka dari atas dengan arrangement yang aesthetic, nah itu dia penerapan high angle atau bird’s eye view!
Eye Level: Simple tapi Efektif
Jangan anggap remeh angle yang satu ini. Eye level artinya kamera sejajar dengan mata subjek. Teknik foto ini menghasilkan foto yang terasa natural, intimate, dan lebih personal.
Cocok buat:
- Portrait yang pengen keliatan natural dan genuine
- Foto candid yang nangkep momen spontan
- Konten yang butuh koneksi emosional dengan audience
Intinya: jangan takut eksperimen dengan angle. Satu subjek yang sama bisa menghasilkan foto yang totally different cuma gara-gara beda angle. Coba deh foto satu objek dari 5 angle berbeda, pasti hasilnya beda semua!
2. Pencahayaan Alami: Senjata Rahasia Teknik Foto Profesional
Kalau ada satu hal yang bisa instantly bikin foto kamu naik kelas, itu adalah pencahayaan. Dan kabar baiknya, pencahayaan terbaik itu gratis: cahaya matahari!
Banyak pemula yang suka asal jepret tanpa mikirin cahaya. Padahal, lighting yang tepat bisa bikin foto biasa jadi luar biasa. Sebaliknya, lighting yang salah bisa bikin foto yang seharusnya bagus jadi gagal total.

Golden Hour: Waktu Ajaib untuk Foto
Pernah denger istilah “golden hour”? Ini adalah waktu favorit semua fotografer di dunia. Golden hour terjadi dua kali sehari:
- Pagi: Sekitar 30-60 menit setelah matahari terbit
- Sore: Sekitar 30-60 menit sebelum matahari terbenam
Kenapa disebut golden hour? Karena cahaya matahari di waktu ini lembut, hangat, dan menghasilkan warna keemasan yang bikin semua subjek kelihatan magical. Bayangannya soft, kontrasnya pas, dan warna kulitnya natural.
Tips maksimalin golden hour:
- Set alarm buat bangun pagi atau persiapan sebelum sunset
- Cek aplikasi cuaca buat mastiin cuaca cerah
- Siapkan konsep foto dari jauh-jauh hari supaya nggak buang-buang waktu
- Posisikan subjek menghadap atau membelakangi matahari buat dapetin efek berbeda
Real talk: Sekali kamu nyoba foto di golden hour, kamu bakal ketagihan. Perbedaannya itu signifikan banget!
Hindari Harsh Light: Musuh Bebuyutan Fotografer
Kebalikan dari golden hour adalah harsh light atau cahaya terik. Ini biasanya terjadi tengah hari (jam 11 pagi – 3 sore) ketika matahari lagi di posisi paling tinggi.
Kenapa harsh light jelek?
- Bikin bayangan yang keras dan nggak flattering di wajah
- Subjek sering jadi silau dan mata jadi merem
- Warna jadi pucat dan over-exposed
- Detail jadi hilang karena kontras yang terlalu tinggi
Kalau terpaksa harus foto di tengah hari, cari tempat teduh atau gunakan payung/reflector buat soften cahayanya.
Window Light: Cahaya Alami Indoor Terbaik
Nggak selalu harus foto outdoor, kok. Teknik foto indoor juga bisa menghasilkan hasil yang stunning kalau kamu paham cara manfaatin cahaya jendela.
Cara pakai window light:
- Posisikan subjek dekat jendela (jarak sekitar 1-2 meter)
- Pastikan cahaya datang dari samping subjek (side lighting) buat hasil yang lebih dimensi
- Pakai tirai tipis kalau cahayanya terlalu keras
- Hindari mixed light (cahaya jendela + lampu ruangan) karena bikin warna jadi aneh
Window light ini favorit banget buat foto produk, portrait, atau flat lay. Hasilnya soft, natural, dan profesional!

3. Komposisi dan Background: Detail yang Bikin Perbedaan Besar
Pernah nggak liat foto yang subjeknya bagus tapi entah kenapa fotonya terasa “ramai” atau nggak enak dilihat? Masalahnya biasanya ada di komposisi dan pemilihan background.
Ini adalah teknik foto yang sering diabaikan pemula, padahal impact-nya huge banget. Foto dengan komposisi yang rapi dan background yang tepat langsung kelihatan lebih profesional.
Rule Sederhana: Less is More
Prinsip dasarnya simpel: pilih background yang simple dan nggak ramai. Kenapa? Karena foto yang bagus itu punya satu fokus utama yang jelas. Kalau backgroundnya terlalu ramai, mata viewer jadi bingung mau fokus kemana.
Background yang worth dicoba:
- Tembok polos (putih, cream, atau warna solid lainnya)
- Langit biru cerah tanpa awan berlebihan
- Dedaunan hijau yang blur (pakai mode portrait di HP)
- Tekstur kayu atau bata yang simple
- Background apa aja yang nggak lebih menarik dari subjek utama
Ingat: Background itu supporting actor, bukan main character. Dia harus mendukung subjek, bukan mencuri perhatian.
Declutter: Bersihkan Dulu Sebelum Jepret
Sebelum kamu pencet tombol shutter, take a moment buat scan keseluruhan frame. Ada nggak objek yang mengganggu?
Common mistakes yang sering kejadian:
- Tiang listrik atau pohon yang kelihatan “numbuh” dari kepala subjek
- Sampah atau objek random di tepi frame
- Orang lain yang nggak sengaja masuk frame di background
- Elemen yang bikin foto jadi nggak balance
Solusinya? Gampang:
- Geser posisi kamu atau subjek sedikit
- Zoom in buat crop out elemen yang nggak perlu
- Tunggu sampe background clear dari gangguan
- Atau edit crop di post-production
Butuh waktu cuma beberapa detik extra, tapi hasilnya worth it banget!
Rule of Thirds: Teknik Foto Komposisi Klasik
Meskipun artikel ini fokus di 3 teknik utama, bonus nih satu lagi: rule of thirds. Ini adalah guideline komposisi paling basic tapi super efektif.
Bayangin kamu bagi frame foto jadi 9 kotak (3×3) dengan 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal. Subjek utama sebaiknya diposisikan di salah satu titik pertemuan garis-garis ini, bukan di tengah-tengah.
Kenapa ini work? Karena komposisi off-center lebih menarik secara visual dan bikin foto lebih dynamic. Kebanyakan smartphone udah punya grid ini di kamera setting—tinggal aktifin aja!

Bonus Tips: Practice Makes Perfect!
Ketiga teknik foto simple di atas baru akan maksimal kalau kamu praktek secara konsisten. Jangan expect langsung jago dalam semalam. Fotografer profesional aja butuh ribuan jepretkan gagal sebelum konsisten dapet foto yang bagus.
Latihan yang bisa kamu coba:
- 30 Days Photo Challenge: Setiap hari foto satu objek yang sama dari angle berbeda
- Golden Hour Hunting: Dedikasiin weekend buat cari spot foto terbaik di waktu golden hour
- Before-After Analysis: Bandingin foto lama kamu vs foto baru setelah pakai teknik ini
- Join Komunitas: Ikutan grup fotografi buat dapet feedback dan inspirasi
Dan satu lagi: jangan takut gagal! Setiap foto “gagal” itu sebenernya pelajaran berharga. Analisis kenapa fotonya nggak work, terus try again dengan approach berbeda.
Kesimpulan: Kamu Udah Punya Bekalnya, Tinggal Action!
Jadi, 3 teknik foto simple yang langsung bikin kamu kelihatan jago foto itu adalah:
- Eksperimen dengan angle – Coba low angle, high angle, dan eye level buat dapetin perspektif yang menarik
- Maksimalin pencahayaan alami – Manfaatin golden hour, hindari harsh light, dan pakai window light buat foto indoor
- Perhatikan komposisi dan background – Pilih background simple, declutter frame, dan terapin rule of thirds
Teknik-teknik ini nggak butuh gear mahal atau skill editing advanced. Yang kamu butuh cuma smartphone, mata yang jeli, dan kemauan buat praktek. Bahkan fotografer profesional pun masih pakai teknik-teknik basic ini di hampir semua project mereka!
So, tunggu apa lagi? Grab your phone, keluar rumah, dan mulai praktek teknik foto simple ini. Dijamin dalam beberapa minggu, temen-temen kamu bakal notice perbedaannya dan nanya “Kok foto kamu sekarang bagus banget sih?”


